Di tengah kehidupan modern yang semakin memungkinkan orang melakukan mobilitas secara massif, baik mobilitas vertikal maupun horizontal.... (gampangane: orang mudah bergerak dari suatu posisi/kedudukan ke kedudukan lainnya yang lebih tinggi/ke atas/ vertikal baik secara ekonomi, pendidikan, maupun sosial. Juga orang mudah bergerak dari suatu tempat ke tempat lain / mendatar / horizontal -- kayak isi TTS saja ya--). Kadang menjadikan lupa pada akar budaya maupun keluarga besarnya.
Lupa pada yang lebih rendah posisi sosial/ekonomi/pendidikannya, lupa pada asal muasalnya bahwa dia lahir tidak punya apa-apa. Karenanya silaturahmi menjadi penting. Dan pilihan pada blog/web/dunia maya menjadi semakin perlu sehubungan dengan kemajuan iptek.
Untuk yang tidak mengetahui iptek dan tidak ada kesempatan menikmati kecanggihannya, ya silaturahmi model manual yang harus dilakukan. Yang tahu iptek pun tetap harus melayani mereka. Ikut silaturahmi darat (sildar). Para bloogger saja suka adakan kopi darat alias ketemu tatap muka.
Mangga silaturahmi yang bisa membawa rezeki ini (dalam arti luas: rezeki tidak hanya harta, namun juga termasuk rezekin pengetahuai/informasi/berita/dll), diteruskan. Diisi dengan hal-hal yang manfaat. Demikian sedulur, setuju kan?
Selasa, 06 Oktober 2009
Senin, 05 Oktober 2009
pitulasan ning kampung
dengan kesederhanaan, masyarakat pedesaan merayakan 17-an tahun 2009 ini yang merupakan HUT RI ke 64. Sederhana tapi tetap gembira.... itulah rakyat.
mak-mak ya ora gelem ketinggalan....
mak-mak ya ora gelem ketinggalan....
Jumat, 02 Oktober 2009
BANI DAHAM WORLD: Silsilah Bani Salbi bin Dipaleksana
BANI DAHAM WORLD: Silsilah Bani Salbi bin Dipaleksana
SILSILAH; KABAR DARI RANTAU; KELUARGA BARU; FORUM;
SILSILAH; KABAR DARI RANTAU; KELUARGA BARU; FORUM;
Silsilah Bani Salbi bin Dipaleksana
SUJINAH
DIPA LEKSANA
Anak-anak dari Dipa Leksana adalah :
- Salbi
- Singadirana
- Maryakim
- Suwiyem
- Suwidem
- Saryamah
- Sahamah
Masing-masing anak dari Dipaleksana ini memiliki keturunan sbb :
- Salbi mempunyai anak-anak sbb :
- Daham
- Dasinah
- Kaswen
- Alwan
- Kami
- Aswi
- Mukdi
- Singadirana mempunyai anak-anak sbb :
- Suhayah
- Hj. Mahmudah
- H. Daklan
- Sanep
- Suri
- Asmi
- Zaed
- Karsan
- Maryakim memiliki anak-anak sbb :
- Sud
- Sartiyah
- Nuh
- Kasnap
- Suwiyem mempunyai anak sbb :
- Kasni
- Wasmen
- Karsinah
- Kunah Tawur
- Suwidem memiliki anak sbb :
- Admah
- Shodik
- Jawan
- Dasri
- Saryamah memiliki anak sbb :
- Tarwi
- Jamsiyah
- Khamdiyah
- Sayip
- Tayimah
- Asmu’i
- Aliyah
- Tasriyah
- Sahamah
- Samah
- Dewo
- Admi
- Adem
Blog ini selanjutnya hanya memuat silsilah lebih lanjut dari 7 anak keturunan Salbi, anak pertama Dipaleksana. Daham juga dipanggil sebagai Daham (Daham adalah anak pertama Salbi, dan di jaman dulu anak pertama digunakan untuk memanggil nama bapak).
DAHAM :
- Tarkamah
- Sunimah
- Sulemi (meninggal 2009, keturunan Daham langsung yang paling akhir meninggal)
- Radun
- Darip
DASINAH
- Sakyar
- Tapsiyah
- Dupri
- Sumi
- Sadem
- Aripin
- Wasjud
- Kasni
- Kawen
KASWAN
- Usman
ALWAN
- Demah
- Asmi
- Darun
- Carmi
KAMI
- Senab
- Tarwad
- Diksan
- Dukrim
- Casmad
ASWI
- Sobari
- Kartimah
- H. Abdul Ghofur
- Kasdi
MUKDI
- Rusminah
- Sukinah
- Tarmudi
- Raid
- Denah
- Karsipah
- Toisah
Kelanjutan dari silsilah akan ditampilkan dalam artikel lain.... sabar ya....
Foto-foto silaturahmi Halal bi halal kalipucung 1430 h
Foto-foto halal bi halal di Kalipucung, 3 Syawal 1430 H atau 23 Sept 2009.... Ada sesepuh2... tapi sayang yang muda-muda tidak banyak yang datang....









Ini gambar-2 yang dijepret mas Budi dan Bapakny (Pak Arifin)....









Ini gambar-2 yang dijepret mas Budi dan Bapakny (Pak Arifin)....
Halal bi Halal putaran 15 di Kalipucung


Alhamdulillah, di bulan Syawal 1430 H, tepatnya tanggal 3 Syawal 1430 atau 23 Sept 2009 berlangsung silatruahmi Bani Salbi atawa Bani Daham putaran ke 15 di Kalipucung. Bertempat di depan rumah Marinah, salah satu anak dari Tarminah, anak dari Usman, cucunya Salbi.
Hadir sesepuh H Samu'in, warga Bani Daham dari Dukuhtengah, Glempang, Karangasem, Kalipucung, Galuhtimur, dll dengan pembicara Ust Mansur dari Benda. Dari Jakarta tidak lupa datang mbakyu Wiyati, anak kedua dari Tarminah, yang saat ini menjadi guru ngaji/ustadzah di Jakarta (atau Bekasi yah?). Keluarga dari anak turun Tarminah tampak kompak baik anak maupun menantu. Juga Budi Hermawan yang sibuk menyelenggarakan acara ini dibantu warga Bani Daham yang ada di Kalipucung tentunya.
Dalam kesempatan halal bi halal ini memberi sambutan sesepuh Bapak Dikran, H. Samu'in dan ketua paguyuban Puad Hasan. Pembacaan ayat suci al-Qur'an dan sholawat oleh Marinah dan parakata penyelenggara oleh ust Sholeh, suami Mujamah, anak H Abd Ghofur (alm). Sebagai pembawa acara adalah Wiyati dari Jakarta.
Diumukan juga untuk tahun 1431 H (2010) silaturahmi akan diadakan di Galuhtimur 1, ditunjuk pula perwakilan perdukuhan yaitu:
- Suwarto - Dukuhtengah HP 08170043324
- Galuhtimur 2 - Muslihudin
- Galuhtimur 1 - Mihrod
- Glempang - Tarjo HP 0816811031
- Karangasem - Drs. Muhaimin HP 0818089264
- Kalupucung - Budi Hermawan Wiharjo
Pengurus paguyuban adalah :
Penasehat : H Samu'in
Ketua : Drs Puad Hasan Dipaleksana
Wk Ketua : Drs. Muhaimin
Sekretaris : Slamet Mahfudin
Bendahara : Abd Muntholib
Kepada handai taulan di mana saja, agar dapat mem-post tulisan kabar dan info ke blog ini. Sejahteralah keluarga besar Salbi Dipaleksana....
Label:
Halal Bi Halal,
Kalipucung,
Putaran 15
Rabu, 23 September 2009
Desa Yang Berubah



Saat ini sedang ada pembangunan rel ganda Kereta Api, yang tanah urugannya dijadikan untuk meratakan lapangan garuda dan juga lapangan kali jurang. Tentu akan banyak proyek, sumber penghasilan bagi yang bisa gabung bekerja.
nantinya jalan rel ada dua, sehingga menyeberang harus lebih hati-hati. yang jelas akan lebih bising karena semakin banyak kereta yang lewat.
Sekolah diniyah pun menjadi bagus saat ini. Sekolah ini berdiri di atas tanah wakaf dari almarhum H. Abdul Ghofur dan almarhum Mukdi, -- semoga Allah mengampuni mereka berdua dan menempatkannya di tempat yang mulia -- dua sesepuh Bani Salbi alias Bani Daham.
Sabtu, 12 September 2009
Galuhtimur, desa purba?

Mendengar nama Galuh, jadi teringat nama kerajaan Galuh di jaman dulu, yang melintas antara sebagian tatar SUnda dan jawa tengah bagian barat. Kerajaan ini bahkan lebih tua dari Pajajaran dan Majapahit, ini yang dibaca di Buku Sejarah Pembentukan Kabupaten Banyumas. Tapi apakah desa Galuhtimur tempat beranak-pinak keturunan Daham alias Dipa leksana berasal atau berkaitan dengan kerajaan itu? Atau hanya kebetulan?
Yang jelas di buku itu dikatakan bahwa sebagai bukti wilayah kerajaan Galuh, disebutkan adanya nama-nama yang sampai sekarang masih ada, antara lain desa Galuhtimur itu. Terlebih dengan pernah ditemukannya patung 'gajahwong' di alas/hutan yang disebut alas gajah wong. Juga batu-batuan 'gagang golok' serta jalan-2 desa yang sudah ada sebelum rel kereta api dibangun oleh Welanda (Belanda).
Minggu, 16 Agustus 2009
Salbi, Daham atau Dipaleksana?

Sering ketiga nama itu ditujukan pada komunitas Bani Daham. Kalau disebut Bani Salbi atau Bani Dipa orang akan paham pada komunitas yang sama. Menurut penuturan sesepuh H. Samu'in, Dipa atau lengkapnya Dipaleksana memiliki anak salah satunya Salbi. Nah mendiang Salbi memiliki 7 (tujuh) anak. Anak pertama bernama Daham, nama yang agak aneh. Tapi kalau kita telusuri melalui googling, nama itu banyak terdapat di negara-2 Arab. jadi sejak era Salbi kemudian Daham, sudah mengenal nama-2 yang Arabic. Tidak lagi nama-2 nJawani, seperti Dipaleksana, atau lebih ke atas yaitu Singadirana (yang menurunkan penduduk di Galuhtimur dan Kalijurang, Kec. Tonjong, Kab Brebes).
Jadi nama Daham adalah nama yang disematkan kepada Salbi. Kebiasaan di Jawa dulu, nama anak pertama menjadi panggilan bapaknya. Istilahnya 'talang anak'.
Merunut ke atas lagi, menurut penuturan sesepuh lagi --yang tidak bisa ditelusuri secara ilmiah, Singadirana adalah keturunan Sujinah. Konon Sujinah adalah salah satu prajurit P Diponegoro yang setelah perang meneruskan perjuangan di daerah Jawa Tengah bagian barat. Wallahu'alam bishowab. Tanp bermaksud mengangungkan nenek moyang, cerita ini hanya dimaksudkan untuk mengingatkan bahwa anak turun Daham atau Salbi seharusnya meneladani nenek moyangnya, yang telah ikut berbuat kebaikan dalam perjuangan.
Tentang anak-anak Salbi akan ditulis dalam artikel terpisah...
Bermula dari halal bi halal Idul Fitri

Adalah alm H. Abdul Ghofur yang menggagas halal bi halal pertama kali keturunan Bani Salbi atau yang lebih dikenal sebagai Bani Daham. Sederhana saja maksud dan tujuannya: mengumpulkan dan memperkenalkan kembali anak turun Salbi yang mulai berpencar agar saling bersilaturahim dan saling ingat-mengingatkan untuk selalu ada dalam jalan kebaikan.
Tahun 1991 awal dari silaturahim itu, dan bertahan hingga saat ini, setiap hari ke-3 idul fitri halal bi halal digelar. Tempat bergilir dari satu dusun ke dusun lainnya.
Blog ini dibuat untuk mengakomodasi silaturahmi warga yang sudah mendunia (berjauhan bertempat tinggal di mana pun di dunia...), dan dicetuskan pada halal bi halal 1429 (2008) yang lalu.
Semoga menjawab kebutuhan informasi antar warga, terutama generasi mudanya yang tentu saja mengikuti jaman. Senantiasa mengingat pesan luhur orang tua, setia pada tradisi, namun tidak gagap dalam era globalisasi ini.... monggo.
Langganan:
Postingan (Atom)


